Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5


Di antara kesuksesan yang kini diraih film terbaru Shah Rukh Khan ‘Raees’, film karya Rahul Dholakia itu juga kembali tersangkut masalah. Sepertinya masalah tak mau lepas dari film ‘Raees’ ini. Sejak awal, film selalu menjadi kontroversi.

Yang pertama, film mengalami masalah dalam jadwal perilisan film. Setelah bentrok dengan film Salman Khan ‘Sultan’ pada Juli tahun lalu, akhirnya ‘Raees’ dijadwal ulang perilisannya menjadi 26 Januari 2017. Lepas dari Salman Khan, Shah Rukh Khan dipertemukan dengan aktor tampan Hrithik Roshan lewat filmnya ‘Kaabil’ yang sudah menentukan jadwal edar pada 26 Januari 2017.
Masalah satu belum selesai, ‘Raees’ kembali tersandung masalah. Kali ini berkaitan dengan aktris utamanya, Mahira Khan, yang merupakan aktris Pakistan. Dimana akibat teror di Uri, Jammu-Kashmir, pemerintah India lewat partai MNS melarang artis Pakistan bermain di film Bollywood. Namun berkat Shah Rukh Khan yang bertemu langsung dengan Ketua MNS, Raj Thackeray, akhirnya masalah pun beres. Meski akhirnya Mahira ternyata mengecewakan saat kembali ke Pakistan, yang dia bicara ke media Pakistan yang dia tidak menghargai industri Bollywood.

Dan kini masalah lagi-lagi menimpa film yang baru dua hari dirilis tersebut. Kali ini, film bermasalah dengan Vishwa Hindu Parishad (VHP) dan Shiv Sena (parlemen) di Gujarat yang melarang film ‘Raees’ beredar.

Mereka berdua beralasan bahwa ‘Raees’ sepenuhnya tentang kehidupan kriminal. Jadi kurang pantas jika difilmkan layaknya seorang pahlawan. Alasan lain pelarangan edar film ‘Raees’ menurut pemimpin VHP, Ranchhod Bharwad adalah karakter judul (yang diperankan Shah Rukh Khan) dalam ‘Raees’ berdasarkan pada kehidupan nyata dari seorang penyelundup minuman yang akhirnya menjadi polikus, Abdul Latief.

Lebih lanjut, Ranchhod mengatakan bahwa begitu banyak pribadi yang bisa diperankan oleh Shah Rukh Khan, kenapa dia mau berperan sebagai seorang mafia yang ditakuti dan juga seorang kriminal, Abdul Latief.

Ranchhod menambahkan, meski Shah Rukh Khan mengklaim bahwa peran tersebut fiksi, namun semua orang tahu bahwa film ‘Raees’ berdasarkan kehidupan Abdul Latief.

Tak hanya sampai disitu, Ranchhod juga mengkritik SRK yang tetap memakai Mahira Khan, artis asal pakistan meski sudah dilarang. Meski faktanya, sekembalinya ke Pakistan, mahira menyatakan Anti-India.

Ternyata itu belum selesai. Baru-baru ini, saat promo film ‘Raees’, SRK juga harus mempertanggung-jawabkan tewasnya seseorang di stasiun Vadodara. Meski SRK telah merasa menyesal dan sedih, namun tetap saja hal itu dianggap sebagai kelalaian.

Akibatnya, beberapa anggota VHP dan Bajrang Dal mulai meneriakan slogan anti-Raees di depan bioskop di Valsad (Gujarat), sebelum akhirnya dibubarkan oleh polisi setempat.

Selain itu, Shiv Sena unit Gujarat telah meminta pemerintah BJP untuk menghentikan peredaran film ‘raees’, yang menggambarkan Abdul Latief sebagai seorang hero. Dimana hal itu bisa mempengaruhi kehidupan sosial dan menganggap minuman keras dibolehkan.

Seperti diketahui, saat pemutaran perdana film ‘Raees’ di Dombivli, sempat mendapat protes dari segelintir orang, dimana mereka merusak poster-poster di bioskop tempat film diputar. (Melaty Tagore)

About BMCI Jatim

BMCI Jatim Adalah Wadah Terbesar Komunitas Bollywood Mania yang berada di Jawa Timur. Tak hanya aktif di dunia maya, BMCI juga aktif di berbagai kegiatan dan even. Karena Kami tak pernah malu mengakui bahwa suka Bollywood
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Post a Comment

Web ini adalah sarana informasi terkini dari BMCI Jatim tentang film, artis, lagu, dan ulasan film bollywood yang telah atau akan beredar di Tanah Air.

Sebuah komunikasi akan lebih hidup jika terdapat interaksi antara pembaca dan Ngadimin BMCI Jatim melalui Komentar di bawah ini.

Karena BMCI Jatim adalah KITA yang tak pernah malu untuk mengakui bahwa kita suka Bollywood.


Top