Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

PADMAN - KISAH PRIA PERTAMA YANG MEMAKAI PEMBALUT WANITA

Dari 1 Milyar penduduk negara India, 98% wanitanya belum memakai ‘pembalut’ (Pad) saat mengalami siklus menstruasi bulanan. Fakta ini tak hanya mengejutkan dunia, tetapi juga membuka mata kita bahwa wanita di India masih sangat terbelakang, bahkan dalam urusan yang menjadi rutinitasnya. Hal ini dipicu karena masalah menstruasi masih di anggap sebagai hal yang tabu bagi sebagian besar masyarakat India.

Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh hampir seluruh masyarakat wanita di India ini mendapat perhatian dari seorang pria bernama Arunachalam Muruganantham. Daya kreatifnya memicu dia untuk mencoba mencari solusi terhadap permasalahan ini. Tantangan utamanya adalah bagaimana dia harus membuat Pembalut Wanita yang sederhana, higenis, sekaligus murah agar bisa di konsumsi oleh masyarakat. Tantangan yang lebih berat adalah mengubah pola pikir masyarakat untuk beralih menggunakan Pembalut yang lebih sehat, sekaligus menyadarkan masyarakat (wanita) bahwa urusan menstruasi bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan.

Berawal pada tahun 1998 Arunachalam Muruganantham menikah dengan Shanthi. Tak lama setelah itu, Murugananthan mengetahui bahwa istrinya mengumpulkan kain kotor dan koran untuk digunakan selama menstruasi. Hal ini dilakukan karena pembalut wanita yang dibuat oleh perusahaan multinasional harganya sangat mahal.

Bermasalah dengan ini, Muruganantham mulai merancang bentuk bantalan pembalut. Awalnya, dia menggunakan alas dari kapas, tapi ini ditolak oleh istri dan saudaranya. Penolakan-penolakan oleh orang terdekatnya membuat dia harus rela dimusuhi oleh keluarganya. Dan, ekperimen selanjutnya Muruganantham tak lagi memilih keluarganya untuk menjadi subyek uji untuk inovasinya itu.

Dia menyadari bahwa bahan baku untuk membuat pembalut hanya berharga 10 paise ($ 0,002), namun produk akhir dijual seharga 40 kali lipat harganya. Dia mencari relawan perempuan yang bisa menguji penemuannya, akan tetapi kebanyakan mereka terlalu malu untuk berdiskusi tentang masalah menstruasi dengan Muruganantham. Akhirnya, dia nekat mengujinya pada diri sendiri, menggunakan kantong yang di pasang di pinggang dengan cairan darah hewan.

Saat itulah, dia mendapat ejekan oleh masyarakat sekitarnya. Dia dikucilkan oleh masyarakat karena menstruasi adalah masalah tabu di India. Tapi dia rela melakukannya, dan tetap membagikan produk percobaannya secara gratis kepada anak perempuan yang ditemuinya. Satu syaratnya, asalkan mereka mau mengembalikan pembalut itu kepadanya setelah digunakan. Dia mencari anak perempuan yang kuliah di kampus-kampus kedokteran.


Diperlukan waktu dua tahun untuk mengetahui bahwa bantalan pembalut yang dijual umum menggunakan serat selulosa yang berasal dari bahan kayu pinus. Seratnya dapat membantu bantalan menyerap sekaligus mempertahankan bentuknya. Mesin impor yang digunakan untuk membuat bantalan ini harganya sekitar INR 35 juta (sekitar 77 Milyar Rupiah) .

Menyadari harganya yang mahal, dia merancang mesin berbiaya rendah yang bisa dioperasikan dengan sedikit latihan. Dia menggunakan bubur kayu pinus olahan dari pemasok di Mumbai dan digiling menggunakan mesin buatannya, kemudian di press, lalu disterilkan menggunakan sinar ultraviolet. Selanjutnya dikemas untuk dijual. Biaya pembuatan mesin itu hanya INR 65.000 (Sekitar 145 Juta Rupiah).

Pada tahun 2006 saat mengunjungi IIT Madras, Muruganantham menunjukkan idenya dan sekaligus mencari masukan untuk perbaikan inovasinya. Dia mendaftarkan penemuannya untuk ajang kompetisi Inovasi Teknologi Grassroots Inovasi Nasional. Idenya ini berhasil memenangkan penghargaan tersebut. Dia memperoleh bantuan dana untuk mendirikan Jayaashree Industries, yang sekarang memasarkan mesin ini kepada wanita-wanita di pelosok pedesaan di seluruh India.

Mesin itu telah dipuji karena kesederhanaan, efektivitas, dan efisiensi biayanya. Komitmennya terhadap masalah sosial ini telah berhasil meraih beberapa penghargaan. Meskipun ada tawaran dari beberapa perusahaan besar untuk mengkomersilkan usahanya, Muruganantham menolak untuk menjual idenya ini dan memilih untuk terus menyediakan mesin ini hanya kepada kelompok swadaya masyarakat yang dikelola oleh oleh wanita.

Penemuan Muruganantham dipuji secara luas sebagai langkah kunci dalam mengubah kehidupan perempuan di India. Mesin Muruganantham tak hanya memecahkan permasalahan kesehatan wanita di India, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi banyak wanita. Pembalut yang terjangkau memungkinkan lebih banyak wanita untuk tetap nyaman dan sehat selama menstruasi.

Karya Muruganantham juga telah menginspirasi banyak ilmuwan untuk terus berinovasi, termasuk beberapa usulan agar menggunakan limbah serat pisang, atau bambu sebagai pengganti serat pinus.

FILM PADMAN


Kisah perjalanan hidup Arunachalam Muruganantham ini telah ditulis oleh Twinkle Khanna dalam sebuah buku biografi yang berjudul The Legend Of Lakshmi Prasad. Buku itu terbit pada tanggal 7 November 2016 oleh penerbit Juggernaut books. Buku ini berisi 4 cerita inspiratif yang mengangkat isu feminisme di India.

Berkat kesuksesan bukunya ini, Twinkle Khanna tertarik mengangkatnya dalam layar lebar. Dengan biaya sendiri, film ini dibuat dengan melibatkan sutradara ternama R. Balky, dan diberi judul PADMAN. Dibintangi oleh suaminya sendiri, Akhshay Kumar dan Sonam Kapoor, film Padman ini akan siap di rilis pada tanggal 28 Januari 2018 mendatang.

Kisah Inspiratif Arunachalam Muruganantham 


SUNNY LEONE SIAP GELAR PESTA PENYAMBUTAN PEMUSIK DUNIA DJ KYGO

Baru minggu lalu, masyarakat India dibuat kagum dan terpesona atas kunjungan penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran. Selain tiket konsernya terjual habis, Ed Sheeran juga telah mempesonakan para artis Bollywood. Salah satunya adalah sutradara wanita Farah Khan. Karena ngefans berat dengan penyanyi yang hits lewat lagunya 'Shape of You' ini, Farah menggelar pesta guna menyambut Ed Sheeran di kediamannya.
Dan kini kabarnya pemusik dunia yang lain, yakni DJ Kygo juga siap menggelar konser di India. Tebak siapa artis yang akan menggelar pesta  guna menyambut DJ asal Norwegia tersebut? Dia tak lain adalah aktris bom-seks Sunny Leone.
DJ Kygo akan menggelar konsernya dua kali yakni di Ola Sunburn Arena Tour di Hyderabad pada hari ini, Jumat (24/11/2017) dan di Mumbai pada 26 November 2017 mendatang. Saat di Mumbai itulah, DJ Kygo akan disambut dengan pesta meriah di kediaman Sunny Leone di Mumbai.

Kabarnya, beberapa seleb Bollywood akan hadir di pesta tersebut. Diantaranya adalah Salman Khan, Malaika Arora, dan Katrina Kaif. Aktor-produser Arbaaz Khan yang pernah bekerja bareng dengan Sunny Leone dalam 'Tera Intezaar', kabarnya juga akan ikut bergabung di pesta tersebut.    
 
Film 'Tera Intezaar' sendiri rencananya akan dirilis hari  ini (24/11/2017), namun karena belum lolos sensor akhirnya ditunda hingga 1 Desember 2017 mendatang. Arbaaz Khan selaku produser dan juga aktor dalam 'Tera Intezaar' diam-diam ternyata sangat menyukai gaya musik DJ Kygo, hingga diapun tak akan melewatkan konsernya. 

Sunny Leone mengkonfirmasi bahwa dirinya akan menggelar pesta untuk DJ Kygo di kediamannya, sekaligus akan menjadi host di acaranya tersebut. Sunny juga mengatakan bahwa dirinya sudah tidak sabar lagi untuk segera bertemu dengan DJ Kygo. (Melaty Tagore)

DEEPIKA PADUKONE TAK AKAN HADIRI KTT IVANKA TRUMP

Aktris populer Bollywood Deepika Padukone rencana akan menghadiri Ivanka Trump Summit (Global Entrepreneurship Summit) alias KTT Ivanka Trump di Hyderabad. Namun sepertinya Deepika Padukone tidak akan menghadiri acara tersebut, setelah ancaman pembunuhan yang diterimanya setelah kontroversi yang berkaitan dengan film terbarunya 'Padmavati'.
Meski pihak keluarga, yakni orang tua Deepika mendukungnya untuk menghadiri acara tersebut, namun pihak pembuat film 'Padmavati' tak mengijinkannya. Produser Viacom 18 Motion Picture-lah yang tak mengijinkan Deepika Padukone menghadiri acara internasional tersebut.
"Deepika yang akan hadir dan bicara di ajang Summit tersebut telah siap. Bahkan pakaian yang akan dikenakannya pun telah siap. Tetapi tiba-tiba produsernya menasehatinya agar tidak menghadiri acara tersebut demi keamanannya. Meski keamanan telah disiagakan, namun sang produser tidak ingin Deepika berada dalam posisi yang mengkhawatirkan. Untuk sementara ini tidak ada lagi promo-promo film 'Padmavati' sampai tanggal rilis yang baru diumumkan," ujar sebuah sumber yang dekat dengan pihak perusahaan.

Seperti diketahui, film magnum-opus 'Padmavati' dilarang beredar oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Rajput Karni Sena. Film yang sedianya akan dirilis pada 1 Desember 2017 ini, akhirnya ditunda dalam waktu yang belum bisa ditentukan. Ini demi keamanan film itu sendiri, maupun para pemain, pembuat film dan juga para krunya.

'Padmavati' dibintangi oleh Deepika Padukone, Ranveer Singh dan Shahid kapoor. Film disutradarai oleh Sanjay Leela Bhansali. (Melaty Tagore)

DILARANG EREDAR DI INDIA, PADMAVATI SIAP BEREDAR DI INGGRIS

Ini benar-bebar berita yang sangat mengharukan. Ketika film di negerinya sendiri masih diperdebatkan dan penuh kontroversi. Bahkan dilarang untuk beredar, sebaliknya di luar negeri sana, tepatnya di Inggris film karya pembuat film handal Sanjay Leela Bhansali 'Padmavati'   justru diterima dengan tangan terbuka. Tanpa melalui banyak rintangan, film yang dibintangi Deepika Padukone dan Ranveer Singh itu siap beredar di Negerinya Pangeran Charles tepat pada 1 Desember 2017 sesuai jadwal rilis yang telah ditetapkan sang pembuat film.
Lewat akun twitternya, Badan Sensor Film Inggris, British Board of Film Classification (BBFC) menyatakan siap merilis film epic 'Padmavati' pada 1 Desember 2017.  Durasi film adalah 164 menit yang berarti 2 jam 44 menit. Sedangkan untuk versi Hindinya adalah 3 jam 13 menit, yang berarti untuk versi internasional memang dibuat lebih pendek dan itu hal yang normal.
'Padmavati' mendapatkan rating 12 A dengan tanpa guntingan alias lolos 100 persen. Hingfa tanggal rilisnya pun langsung ditetapkan. Sekarang yang jadi pertanyaan,  apakah dengan lolosnya film 'Padmavati' di Badan Sensor Film Inggris akan mempengaruhi Badan Sensor Film India?  Apakah Paramount Pictures selaku distributor film akan tetap menayangkan film 'Padmavati' di Inggris meski belum lolos sensor di Badan Sensor India?

Yang pasti, kita lihat saja nanti pada 1 Desember 2017. Apakah Badan Sensor Film India akan terpengaruh oleh Badan Sensor Film Inggris, hingga akhirnya akan merilis film yang sangat ditunggu-tunggu itu? Ataukah sebaliknya, tetap tidak bisa diedarkan selama belum ada kesepakatan dengan para pemprotes. (Melaty Tagore)

RIBUT DENGAN PRODUSER & SUTRADARANYA, ZAREEN KHAN TAK DIUNDANG DI PEMUTARAN FILMNYA

Baru beberapa waktu lalu, aktris cantik berbody putih mulus Zareen Khan dianggap tidak profesional oleh produser maupun sutradaranya. Dan dengan tegas Zareen pun menolak tuduhan tersebut. Karena walau bagaimana dirinya tetap melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya hingga selesai dalam film 'Aksar 2'.
Dan hingga perdebatan antara aktris dan pembuat filmnya ini masih jauh dari selesai. Bahkan kabarnya, sang pembuat film akan segera melapirkan Zareen Khan ke meja hijau. 

"Saya tidak memiliki waktu dan energi tambahan untuk mengurusi perselisihan yang tidak memiliki nilai apapun. Pertanyaan saya kepada mereka adalah, jika semuanya begitu jernih dan saya menyadari segala sesuatu yang ditunjukkan dalam film seperti yang diklaim oleh pembuat film dan sutradara, maka mengapa saya tidak diperbolehkan melihat film tersebut setelah berulang kali saya meminta mereka untuk hal yang sama?" tanya Zareen.
Pembuat film 'Aksar', baik produser Narendra Bajaj maupun sutradaranya Ananth Mahadevan menuduh aktrisnya Zareen Khan tidak profesional karena tidak melakukan tugasnya dengan baik. Namun sebaliknya, Zareen menyangkal semua tuduhan itu, dan jika benar begitu kenapa dirinya tidak boleh melihat filmnya sendiri.

"Bagaimana mungkin pemain utamanya tidak boleh melihat film? Bahkan saya juga tidak diundang pada penayangan perdana untuk para undangan (Premiere) film 'Aksar 2'. Saya tidak diinformasikan sama sekali. Saya mengetahui itu justru dari orang lain. Kenyataannya saya membeli tiket untuk nonton film saya sendiri, ketika film dirilis di bioskop PVR Juhu pada Jumat malam (16/11/2017)," ujar Zareen sedikit kesal. 
 
Sementara perselisihan antara aktris dan pembuat filmnya, kini film 'Aksar 2' madih tayang di beberapa bioskop di India. Sayangnya, film kurang sukses di pasaran. (Melaty Tagore)

Top