Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5


Lewat film terbarunya 'Maatr', aktris yang populer di era ’90-an Raveena Tandon siap comeback ke dunia film setelah lama absen. Film bercerita tentang korban perkosaan yang dilakukan secara kejam dan brutal, serta penanganannya dari sisi hukum.

"Aku merasa topik ini sangat kuat. Aku mempunyai 3 anak perempuan (dua diantaranya adalah anak adopsi), dan aku sangat khawatir tentang keamanan mereka. Lalu kenapa hanya anak perempuan? Apakah anak laki-laki sudah aman? Politisi mengklaim bahwa wanita bertanggung jawab untuk memprovokasi pemerkosa. Bisakah Anda bayangkan seberapa dalamnya perasaan sang politisi? Mereka selalu menyalahkan kami kaum wanita. Seperti kejadian di Bengaluru, dimana seorang wanita (30 tahun) diperkosa di sebuah klub Tenis. Menteri Dalam Negeri Karnataka malah mengatakan, mengapa wanita bermain tenis pada jam 21.30 waktu setempat?" ujar Raveena sedikit kesal.
Aktris yang populer lewat film-film seperti 'Mohra', 'Satta', 'Dilwale' dan 'Andaz Apna Apna' ini merasa bahwa kasus tentang perkosaan terus tumbuh setiap tahun. 

"Jika kami tidak mengambil sikap yang drastis, jika kita tidak menanamkan rasa takut pada Tuhan, maka aku takut para pemerkosa ini akan bertambah banyak. Tapi bagaimana bisa ketika pemerkosa yang melakukannya secara brutal pada kasus pemerkosaan Nirbhaya yaitu Mohammad Afroz dinyatakan sebagai remaja? Sehingga dia tidak mendapatkan hukuman yang setimpal, karena dianggap masih remaja," tambah Raveena geram.

Raveena pun menemui ibu Nirbhaya di Delhi, kota dimana film Raveena 'Maatr' dibuat. 

"Dia menceritakan padaku sesuatu yang aku tak akan pernah bisa melupakannya. Dia mengatakan bahwa perhatian atau proses pemerkosaan dan pembunuhan putrinya hanya berlansung selama 4 hari. Dan dari hari ke 5 dan seterusnya dia berjuang sendiri untuk mendapatkan keadilan pada putrinya. Air matanya belum bisa kering dan sepertinya tidak akan pernah kering," ujar Raveena sedih.

Dalam filmnya 'Maatr', Raveena mencoba untuk memperjuangkan keadilan bagi para korban perkosaan. 

"Aku telah meneliti secara ekstensif untuk peranku. Dan aku merasa perlu Undang-Undang yang lebih kuat. Kita juga perlu ulama dan imam untuk berhenti menyalahkan wanita yang memakai rok yang menyebabkannya diperkosa. Pemerkosaan disini adalah bukan hanya sekedar seks tapi lebih kepada penaklukan dan dominasi kaum pria," tandas aktris cantik berdagu belah ini. 

Raveena merasa bahwa perannya dalam 'Maatr' telah mengubah hidupnya. 

"Ini adalah pengalaman yang benar-benar membuatku terguncang. Kita perlu mereformasi secara drastis hukum tentang pemerkosaan," ujar Raveena tegas.

'Maatr' disutradarai oleh Ashtar Sayed. Selain Raveena Tandon, film dbintangi oleh Madhur Mittal, Divya Jagdale, Alisha Khan, Anurag Arora, Nitin Sharma dan Saheem Khan. Film rencana akan dirilis pada Hari Kartini yaitu 21 April 2017 mendatang. (Melaty Tagore)

About BMCI Jatim

BMCI Jatim Adalah Wadah Terbesar Komunitas Bollywood Mania yang berada di Jawa Timur. Tak hanya aktif di dunia maya, BMCI juga aktif di berbagai kegiatan dan even. Karena Kami tak pernah malu mengakui bahwa suka Bollywood
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Post a Comment

Web ini adalah sarana informasi terkini dari BMCI Jatim tentang film, artis, lagu, dan ulasan film bollywood yang telah atau akan beredar di Tanah Air.

Sebuah komunikasi akan lebih hidup jika terdapat interaksi antara pembaca dan Ngadimin BMCI Jatim melalui Komentar di bawah ini.

Karena BMCI Jatim adalah KITA yang tak pernah malu untuk mengakui bahwa kita suka Bollywood.


Top