Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sudah nonton film Tum Bin 2 ? Kalau kalian Bollymania, tentunya harus menonton film ini.  Secara Tum Bin (2001) begitu sukses, ekspektasi terhadap Tum Bin 2 (2016) juga sebagus yang pertama. Seperti ulasan saya dalam tulisan sebelumnya (baca disini), Tum Bin dan Tum Bin 2 bukanlah film sekuel. Keduanya tak berhubungan sama sekali. Kalaupun ada keterkaitannya adalah tokoh-tokoh di balik layar, dan konsep cerita yang nyaris sama.

Namun demikian, ada sesuatu yang cukup menarik perhatian saya dalam Tum Bin 2, khususnya jika dikaitkan dengan kondisi kekinian di negara kita. Ada sebuah adegan dan dialog yang cukup mengena dan menyentil konflik India - Pakistan, dan juga cocok dengan kondisi di Indonesia. Berikut ini saya deskripsikan adegan dan dialognya.

Dialog ini terjadi ketika Shekar - Ayah - Taran - Manfret dan Gufret sekeluarga diundang makan malam oleh pacarnya Gurfret yang orang Pakistan (Mulai menit ke 00:57:41). Saat rombongan Gurfreet tiba, keluarga pacarnya menyambut dengan hangat kehadiran Gurfreet beserta rombongan, lalu mereka diajak berkeliling melihat kondisi dan isi rumah keluarga Pakistan ini. Setelah basa-basi penyambutan yang cukup menggelitik terjadilah dialog berikut antara Ibunda Pakistan dan keluarga Manfreet.
Ibunda Pakistan : Ini adalah ruang tamu kami, itu dapurnya, Kami akan menunjukkan padamu lantai atas nanti. Dan ini ... Kuil kami..

Manfreet : Kuil? Tapi Gurpreet bilang bahwa kau orang Pakistan?

Ibunda Pakistan : Benar, Kami orang Pakistan. Apa Kau keberatan?

Manfreet : Tentu saja tidak. Jika kau tak keberatan, kenapa kami harus keberatan? Apa keluargamu tak keberatan? Bukankah kau orang Pakistan, tapi kau beribadah seperti orang India.

Ibunda Pakistan : Manfreet sayang, kami ini orang Hindu. Sama seperti di India, ada warga Muslim juga, kan?

Manfreet : Tapi aku sedikit bingung. Kenapa kau berpakaian Sherwani tanpa canggung?

Pacar Gurfreet : Aku memakai Sherwani agar kalian terkesan.

Manfreet : Makin bingung deh.

Ibunda Pakistan : Ada yang berbeda antara agama dan budaya. Secara agama, kami adalah umat Hindu. Tetapi secara budaya, kami adalah orang Pakistan dan kami bangga dengan budaya kam.

Ayah Gurfreet : Lihatlah, nak! Teori yang sederhana, tetapi dibuat rumit oleh dunia.

Ibunda Pakistan : Semua hal itu sebenarnya sederhana, hanya ketidaktahuan yang membuatnya rumit.

Lalu mereka makan malam bersama.
Lihatlah isi dialog itu. Seringkali kita dibuat rumit oleh ketidaktahuan yang menyelimuti pikiran kita. Ada perbedaan yang tegas antara Agama dan Budaya. Namun, karena ketidaktahuan kita, seringkali kita tidak bisa membedakan antara budaya dan agama, sehingga memicu perdebatan sengit, di dunia nyata bahkan lebih-lebih di sosial media. Pada tingkatan yang lebih tinggi, perdebatan itu menjurus pada level permusuhan, adu domba, bahkan mungkin peperangan. Miris sekali menyaksikan akibat dari ketidaktahuan ini.

Beruntung sekali saya suka bollywood, meski dialog tersebut di atas hanya secuil 'sidestory' dari film Tum Bin 2, namun bagi saya cukup memberi kesan yang mendalam untuk mengingatkan kita bahwa ada perbedaan yang jelas antara Agama dan Budaya.  

About BMCI Jatim

BMCI Jatim Adalah Wadah Terbesar Komunitas Bollywood Mania yang berada di Jawa Timur. Tak hanya aktif di dunia maya, BMCI juga aktif di berbagai kegiatan dan even. Karena Kami tak pernah malu mengakui bahwa suka Bollywood
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Post a Comment

Web ini adalah sarana informasi terkini dari BMCI Jatim tentang film, artis, lagu, dan ulasan film bollywood yang telah atau akan beredar di Tanah Air.

Sebuah komunikasi akan lebih hidup jika terdapat interaksi antara pembaca dan Ngadimin BMCI Jatim melalui Komentar di bawah ini.

Karena BMCI Jatim adalah KITA yang tak pernah malu untuk mengakui bahwa kita suka Bollywood.


Top